Yang Menarik Kali ini...

Followers

Saturday, August 10, 2013

MAKNA INNALILLAHI

AKu sangat suka post ini aku copy daripada SINI. sangat cool dan bersahaja susunan baris dan katanya . Sangat lembut dan masuk ke sanubari . Aku buat begini supaya aku boleh baca selalu , kalau nak harapkan aku bertandang ke post asal di website asalk…ntah bila aku akan kembali situ .

Suatu hari seorang salafushalih terkenal, Fudhail bin Iyadh, bertanya kepada seorang lelaki, " Berapa umurmu?" "Enam puluh tahun," jawab lelaki itu.
Lalu Fudhail berkata, "Sesungguhnya engkau telah enam puluh tahun menuju Rabb-mu dan kini kau hampir sampai." Lelaki itu berkata, "Inna lillahi wainna ilaihi raji'un. (Sesungguhnya kita ini milik Allah dan kepada-Nya lah kita akan kembali)."
Mendengar ucapan lelaki itu, Fudhail kembali bertanya, "Tahukah engkau bagaimana tafsirnya?"
"Tafsirkan kepada kami wahai Abu Ali (panggilan Fudhail)," pinta lelaki itu.
"Jika engkau mengatakan, 'inna lillahi' berarti engkau mengikrarkan bahwa engkau adalah hamba Allah dan kepada Allah engkau akan kembali. Barangsiapa yang mengetahui bahwa dia adalah hamba Allah dan kepada Allah dia akan kembali, maka ketahuilah bahwa ia akan mati. Dan ketahuilah barangsiapa yang akan mati maka ia akan ditanya. Dan barangsiapa yang mengetahui bahwa ia akan ditanya maka bersiap-siaplah untuk menjawabnya."
"Lalu bagaimana cara kami mempersiapkannya?" tanya lelaki itu lagi.
"Penuhilah," jawab Fudhail bin Iyadh.
"Apa yang harus saya penuhi?" tanyanya.
Fudhail menjawab, "Perbaikilah amalan-amalanmu yang akan datang, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu di masa lalu dan yang akan datang. Tetapi jika engkau memperjelek amalan-amalanmu yang akan datang, niscaya Allah akan menyiksamu lantaran dosa-dosamu yang telah engkau perbuat di masa lalu dan yang akan datang."
Sekecil apa pun kesempatan untuk berbuat baik maka harus dilakukan, untuk menabung amal-amal shalih. Melakukan hal-hal yang bermanfaat dan membuang jauh apa yang tidak berguna. Selagi umur masih ada. Selagi waktu masih tersedia. Seringkali kesempatan itu tidak datang untuk kedua kalinya.

dan ini pula adalah sedutan dari pengatur kata bebas “ encik wikipedia “

In Islam, Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un (إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ) is part of the Quran, Sura Al-Baqara, Verse 156. The full verse is as flows:

الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون "Who, when a misfortune overtakes them, say: 'Surely we belong to Allah and to Him shall we return'." [1]

This is the phrase that Muslims recite when a person is struck by calamity in life,[2][3] and is usually recited upon hearing the news of someone's death.[3] This can also be recited in any situation involving risk of any sort. The phrase is commonly translated as "Verily we belong to Allah, and to Allah we return."

Muslims believe that God is the One who gives and that it is He who takes away; He is testing humankind. Hence, a Muslim submits to Allah and is grateful and thankful to Allah for whatever they receive. On the other hand, they are patient and say this expression in times of turmoil and calamity.

Abu Musa al-Ashari reported that Muhammad said, "When a son of a servant of Allah dies, Allah Says to the angels, 'Have you taken the son of My servant?' They say, 'Yes.' Then Allah Says, 'Have you taken the fruit of his heart?' They say, 'Yes.' Allah Says, "What has My servant said?' They say, 'He has praised You and said, To Allah we belong and to Him is our return'. Then Allah Says, 'Build a house for My servant in Paradise and call it the house of praise.' From Tirmidhi, Musnad Ahmad and ibn Habban[3]

No comments:

continue reading

Related Posts with Thumbnails