Hot selling traditional food ... also my favorite dish on table Ikan Pekasam |
|
Yang Menarik Kali ini...
Followers
Thursday, March 31, 2011
Ikan Pekasam ,Fermented Fish
Sunday, March 13, 2011
Syaitan Terkejut dengan Manusia itu
Friday, March 11, 2011
Interesting Fact - Ahmadinejad
Fakta menarik AHMADINEJAD
- once masuk pejabat presiden, seluruh karpet istana yg mahal2 disumbangkan ke masjid2. digantikan dengan yg rendah kualiti dan mudah dibersih.
- ruang menerima tetamu hanya ada kerusi kayu yg sederhana dlm ruang yg kecil.
- Sempat beramah mesra dengan cleaner dan gardener pejabat presidennya
- Menterinya diarah tandatangan dokumen arahan yg menekankan gaya hidup sederhana, penyata peribadi termasuk kaum kerabat diawasi.
- Isytiharkan harta peribadi sebaik sahaja jadi presiden. hartanya sebuah rumah warisan ayahnya dan peugeot 503 thn 1977 dan wang gajinya sebagai pensyarah usd 250 sebulan
- walaupun presiden, dia masih tinggal di rumahnya juga tak ambil gajinya.
- setiap hari bawa beg yg berisi roti isi atau roti keju disiapkan oleh isterinya dan makan dengan gembira dan menghentikan penyediaan khas sarapan presiden .
- Terbang dlm kelas ekonomi, Pesawat presiden diubah kepada pesawat kargo
- Protokol istana diabaikan, jadi menteri2 mudah berjumpa terus dengannya tanpa halangan. acara carpet merah,sesi foto, publisiti peribadi dihentikan.
- Jika menginap di hotel, mohon bilik tanpa katil dan tilam, beliau selesa tidur atas lantai beralaskan carpet dan selimut sahaja.
- dia hanya tidur di ruang tamu rumahnya.
- solatnya jarang sekali di barisan hadapan ( khas) sebaliknya di mana mana saf dan terus solat sebaik azan dilaungkan
Friday, February 4, 2011
Kain samping warisan

Axe Deodorant Bodyspray

Sunday, January 30, 2011
Berbasikal Di Bukit Cherakah Shah Alam

- RM5 sejam pertama.
- RM1 setiap jam berikutnya.
- RM10 sejam pertama
- RM10 setiap jam berikutnya

Facebook emoticon . Icon code key
ntah apa mimpi..kat sini aku nak share icon atau mat saleh panggil EMOTICON facebook utk ruang chat
Group faces 1: ٩(●̮̮̃•̃)۶ ٩(-̮̮̃-̃)۶ ٩(͡๏̯͡๏)۶ ٩(-̮̮̃•̃)۶ ٩(×̯×)۶
Group faces 2: ⊙▂⊙ .. ⊙0⊙ .. ⊙︿⊙ .. ⊙ω⊙ .. ⊙﹏⊙ .. ⊙△⊙
Group faces 3: ●▂● .. ●︿● .. ●ω● .. ●﹏● .. ●▽● .. ●△●
Face 1: ಠ_ಠ
Face 2: ಥ_ಥ
Face 3: ¯\(°_o)/¯
Face 4: ب_ب
Face 5: ◕ ‿ ◕
Face 6: m(><)m
Face 7: o(╥﹏╥)o
Face 8: //(ㄒoㄒ)//
Face 9: {{{(>_<)}}}
Face 10: ☼_☼ (New)
Face 10: ( ( (d[-.-]b) ) ) (New)
Princess Leia StarWars: @-_-@ .. @-.-@ .. @>.<@
Love Eyes: ♥‿♥
• Girls with flowers:
✿◕‿◕✿ ❀◕‿◕❀ ❁◕‿◕❁ ✾◕‿◕✾
Butterfly:
Butterfly 01: εїз
Butterfly facebook symbol: Ƹ̴Ӂ̴Ʒ
Fish:
Fish to right: ><((((º>
Fish to left: <º))))><
Music:
Music Box: lıllı ((((|̲̅̅●̲̅̅|̲̅̅=̲̅̅|̲̅̅●̲̅̅|)))) ıllı
Ipod:
╔═══╗ ♪
║███║ ♫
║ (●) ♫
╚═══╝♪♪
Men with banner:
............(0 0)
.---oOO-- (_)-----.
╔═════════════════╗
║ Type your message here!..║
╚═════════════════╝
'----------------------oOO
........|__|__|
.......... || ||
....... ooO Ooo
Decorate your signature
*´¨)
¸.•´¸.•*´¨) ¸.•*¨)
(¸.•´ (¸.•` ¤ Type your name here
Guns ascii art facebook symbols:
Shotgun 01: ︻┳═一
Shotgun 02: ︻╦̵̵͇̿̿̿̿╤──
Gun Design 1
.....____________________ , ,__
....../ `---___________----_____] - - - - - - - - ░ ▒▓▓█D
...../_==o;;;;;;;;_______.:/
.....), ---.(_(__) /
....// (..) ), ----"
...//___//
..//___//
.//___//
Gun Design 2
....._\____________________,,__
..../ `--│││││││││----------------------_]
.../_==o ____________________
.....),---.(_(__) /
....// (\) ),------
...//___//
../`----' / ...
./____ / ... .
Malibu Hotels - House:
<('o'<) ^( '-' )^ (>‘o’)> v( ‘.’ )v <(' .' )> <('.'<) ^( '.' )^ (>‘.’)> v( ‘.’ )v <(' .' )>
• Cigarettes made with facebook symbols:
Regular cigaritte: (̅_̅_̅(̅(̅_̅_̅_̅_̅_̅̅()ڪ
• Health cool shapes:
Injection: ┣▇▇▇═─
Electrocardiogram: √v^√v^√♥
Band Aid: ( ̲̅:̲̅:̲̅:̲̅[̲̅ ̲̅]̲̅:̲̅:̲̅:̲̅ )
• Rabbits and kittens made with facebook symbols:
(\_/)
(0.0)
(><) ( ) ( ) (* .*) (”__”) ::: (\_(\ *: (=’ :’) :* •.. (,(”)(”)¤°.¸¸.•´¯`» (V) (. .) c(”)(”) (\_/) (°.°) c(”)(”) (\_/) (°.°) o( )o O_O (\__/) (>’.’<) (")_(") (> " " <) ( ='o'= ) -(,,)-(,,)- (> " " <) (> " " <) ( ='o'= ) ( ='o'= ) -(,,)-(,,)- (,,)-(,,)-... (> " " <) (> " " <) (> " " <) ( ='o'= ) ( ='o'= ) ( ='o'= ) -(,,)-(,,)- -(,,)-(,,)--(,,)-(,,)-.... •*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸¸.• ::: (\_(\ ...*...*...*...*...*...*...*...*...*...*...*...* *: (=' :') :::::::: Facebook Symbols ::::::::::: •.. (,('')('')¤...*...*...*...*...*...*...*...*...*...*...* ¸.•*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸
Love shapes ascii art facebook symbols:
• Lovers facebook symbols:
☻♥ ☻
/♥\./█\
.||. .||
../(,")\♥ ♥(".)
.../♥\. = ./█\.
.._| |_ .._| |_ ★
==============
..........(¯`v´¯)
...........`•.¸.•´
.........(●̮̮̃•̃)..(●̮̮̃•̃)
......... /█\ ♥/█\
==============
|͇̿P͇̿ł͇̿α͇̿ч͇̿b͇̿о͇̿ч͇̿̿|
Love Eyes: ♥‿♥ ✿♥‿♥✿
• I love you special font:
╔♫═╗╔╗ ♥
╚╗╔╝║║♫═╦╦╦╔╗
╔╝╚╗♫╚╣║║║║╔╣
╚═♫╝╚═╩═╩♫╩═╝
ஜ۩۞۩ஜ YOU ஜ۩۞۩ஜ
• Money shapes for facebook:
[̲̅$̲̅(̲̅2οο̲̅)̲̅$̲̅]
• Footsteps made with facebook symbols:
• Happy birthday:
╔♫╗────────╔═╦╗─♫╗╔╗─╔╗─♥──
║╩╠═╦═╦═╦╦╗║╚╠╬╦╣╚╣╚╦╝╠═╦╦╗
║╦║╬║╬║╬║║║║╔║║╔╣╔╣║║╬║╬║║║
╚╩╩╩╣╔╣╔╬╗║♫═╩╩╝╚═╩╩╩═╩╩╬╗║
────♫╝╚╝╚═╝─────────────╚═♥
ஜ۩۞۩ஜ YOUR NAME HERE ஜ۩۞۩ஜ
• Tanks:
███۞███████ ]▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▃
▂▄▅█████████▅▄▃▂
I███████████████████].
◥⊙▲⊙▲⊙▲⊙▲⊙▲⊙▲⊙◤...
..../""""""""|======[]
..../""""""""""""|
/"""""""""""""""""""""""""\
\(@) (@) (@) (@) (@) (@)/
......(\_/)
......( '_')
..../""""""""""""\======░ ▒▓▓█D
/"""""""""""""""""""\
\_@_@_@_@_@_/
• Bar code for facebook
║█║▌║█║▌│║▌█║▌║
01031989-50457
© Profile Original & Official®
█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by facebook
You can desing your own ones! Enjoy them!
► ♦ ASCII art big shapes made with facebook symbols.
__________________ ##
_________________###*
______________.*#####
_____________*######
___________*#######
__________*########.
_________*#########.
_________*#######*##*
________*#########*###
_______*##########*__*##
_____*###########_____*
____############
___*##*#########
___*_____########
__________#######
___________*######
____________*#####*
______________*####*
________________*####
__________________*##*
____________________*##
_____________________*##.
____________________.#####.
_________________.##########
________________.####*__*####
Saturday, January 29, 2011
Akidah Di Gunung

Bercakap dari pengalaman , pengetahuan dan pendapat peribadi .
- Bukan masuk/ mengalir dlm lubang sedia ada
- Bukan terkena tulang
Thursday, January 27, 2011
Kayak Flat water

I wish to offer new package . It's Open for everyone . Kayak flat water is suitable for everyone. In advance , you can try rapid water then. I'm also offering kayak with rafting
- RM250 / pax
- 2D 1N
- Kayak flat water , Rafting , tubing, meals, campsite
- Open for everyone
- Minimum 8 pax
Wednesday, January 26, 2011
Menggunung dan outdoors Malaysia


- 2 ,3 Oktober 2010 :::::::::::::::G.Bintang bersama 38 peserta
- 14,15,16 November 2010 :::::Camping di Sungai Sedim bersama UPM
- 24,25 November 2010 ::::::::G. Bintang Bersama Singaporean ( fastest team )
- 27,28 November 2010:::::::::G. Yellow dan Pass bersama MBPJ
- 13,14 Disember 2010 ::::::::::G. Irau bersama Orang Hutan Malaya ( OHM)
- 17,18 Disember 2010 ::::::::: Sg. Merbok Kayak Challenge
- 24,25,26 Disember 2010::::::G.Bintang Bersama kawan Orang Hutan Malaya (OHM)
- 01,02 Januari 2011 :::::::::::::G. Yong Belar - projek konservasi
- 15,16 Januari 2011 ::::::::::::: G. Bintang Bersama 8 peserta
- 29,30,31 Januari 2011::::::::::G. Bintang DIBATALKAN
- 01 Februari 2011 ::::::::::::::::White Water Rafting DIBATALKAN
- 19, 20 Februari 2011 :::::::::: White Water Rafting bersama Politeknik Sirajudin Perlis
- 26,27 Februari 2011 ::::::::::: G. Yellow dan Pass bersama kawan kawan . EDISI RINDU



- Feb - Pre visit kg orang asli di Gerik ( terbuka)
- march - Gunung Tahan ( follow trip org)
- march - memancing Kelah [ trip beginner @ zero experience ( it's me) ]
- April - Gunung Inas
- May - Korbu dan Gayung
- June - Trans Bintang
Monday, January 24, 2011
Proposal .. staff needed
Sunday, January 23, 2011
Jahil takaful / insurans
PTPTNi satu perniagaan Bukan Bantuan
Thursday, January 13, 2011
PepIjat datang Menyerang ...lagi
Sunday, November 21, 2010
Pendrive fake.. tipu saiz

Terus saya buat sedikit research dekat internet berhubung Pendrive 32Gb ni. Pada permulaannya, saya dapati ramai juga yang menjual dengan harga yang murah. Paling mahal sedikitpun RM95 - 120 (Jadi RM50 lagi murah). Jadi, lingkungan harga masih murah..
Namun setelah pencarian dibuat dengan lebih mendalam, saya mendapat info-info tambahan yang mengatakan Pendrive 32Gb ini adalah buatan China dan telah lama popular di sekitar Mumbai, India pada tahun lepas. Target utama pencipta pendrive ini adalah untuk menyaingi syarikat perkomputeran dunia dengan mereka cipta barangan palsu ini ke pasaran dunia. Pembungkusan dan modus operandi sangat profesional dan nyata. Pendrive yang asal 1 atau 2 Gb telah dicompress agar dibaca 32Gb. "Non-existent sectors" dibuat dengan kaedah compress agar dibaca melebihi kapasiti sebenar pendrive.
Itu sebabnya, setiap kali anda memasukkan sesuatu yang lebih besar dari kapasiti sebenar,maka data yang tertulis ke sektor-sektor maya akan hilang. Namun begitu, "Fake Product" ini telah terjual dengan larisnya di pasaran dan apa yang lebih menyedihkan, pemasarannya telah pecah masuk ke pasaran Lowyat di KL dan PC Fair di seluruh Malaysia.
Anda kena berhati-hati~!!
Info menjelaskan juga bahawa pendrive ini jika dilihat dari luaran dan dalaman tertulis 32Gb. Hatta jika dimasukkan ke slot USB di laptop/pc dia akan memberitahu 32Gb. Juga di Properties tertera 32Gb~!!. Namun apabila anda ingin memindahkan file sebesar 1Gb, satu arahan keluar mengatakan pendrive sudah penuh. Malah "transfer Speed" juga adalah sangat perlahan jika dibandingkan dengan pendrive biasa. Kadang kala arahan komputer/laptop mengatakan berlaku kerosakan teruk di Pendrive dan memerlukan format biarpun anda baru sahaja pertama kali menggunakannya ~!!! .
Bila diteliti dengan mendalam, pendrive tersebut mengalami bad sector yang teruk, dan perlu diformat. Dan apa yang lebih menyedihkan, apabila diformat, ternyata pendrive itu hanyalah sebesar 512kb atau 1Gb atau 2Gb sahaja. Sedangkan harga sebenar pendrive 1Gb hanya RM20 sahaja di pasaran~!! Dan lebih teruk daripada itu, jika hendak diformat sekalipun ia tidak complete, dan akhirnya, DIBAKUL SAMPAHKAN SEBAGAI JALAN TERAKHIR~!!
Ini yang menyebabkan ramai pengguna tertipu. Ada juga kes berlaku file yang telah dipindahkan ke dalam pendrive itu "Missing" atau " Corrupted" bila dipasang di komputer orang lain. Dan kadangkala boleh di Copy tetapi tidak boleh di Paste langsung, seolah-olah menjadi read-only file.
Nasihat saya, berhati-hatilah apabila ingin membeli pendrive yang berkapasiti besar ini. Memang benar ada yang betul-betul original. Memang benar pendrive Kingston yang berkapasiti 256Gb (yang paling besar) wujud tetapi harganya mahal buat masa ini. Harga semasa pada 12/11/2010 menunjukkan harga RM166 untuk pendrive 32Gb Original. Masakan harga Pendrive 256Gb boleh berharga RM170 seperti yang ada di sesetengah website ~!!
Harga semasa yang Original di sini :
http://www.pcdepot.com.my/category/51/132/USB%20Drives/MP3%20Player.aspx
Sila Share dengan kawan-kawan agar tidak tertipu.
Tuesday, August 3, 2010
Awas Bahaya Dalam Bekas Plastik
- PETE - Polyethylene Terephtalate
- HDPE - High Density Polyethylene
- V - Polyvinyl chloride
- LDPE - Low Density Polyetheylene
- PP - Polypropelene
- PS - Polystrene
- Others - Styrene acrylonitrile (SAN), Acrylonitrile butadiene styrene(ABS) , Polycarbonate (PC) , nylon.
- Elakkan penggunaan botol susu dan cawan minuman bayi daripada bahan polycarbonate. Pilih dan guna botol susu bayi berbahan kaca, PP, atau stainless steel.
- Jika penggunaan plastik polycarbonate tidak dpt dielakkan, jgn simpan air minuman /makanan panas di dlmnya.
- Hindari penggunaan botol plastik utk siimpan air minuman. Jika sukar utk elakkan bekas daripada PET dan HDPE, gunakan hanya seklai pakai dan segera habiskan minuman kerana antimoni trioksida akan dikeluarkan dgn bnyk dari masa ke semasa. Bahan alternatif yg boleh digunakan adalah botol stainless steel atau kaca.
- Elakkan drpd panaskan makanan yg disimpan dlm bekas plastik menggunakan microwave keranan ia boleh sebabkan pembebasan bahan kimai plastik tersebut dan bertindak balas pula dgn makanan itu pd kadar lebih cepat.
- Lapik makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum bungkus dgn pstik ketika ingini dipanaskan dlm microwave.
- Elakkan gunan piring/ bekas plastik semasa memasak. Gunakan sudip, spatula, senduk stainless steel , kaca, seramik dan kayu.
- Elakkan buang sampah plastik di merat tempat kerana ia oleh cemarkan air dlm tanah dan seterusnya sumber air minuman kita.
Tuesday, May 11, 2010
Now Available @ Facebook
Hi, greeting to all readers.
Sungaisedim.blogspot.com now can be connected through Facebook. If you are facebook member please add Sungai Sedim as one of you friend. Do share this profile with your pals.
If you would like to share your activities at Sungai Sedim, do not hesitate to do so. Your photos entitled to be published.
Please give your support to Sungai Sedim by
- Take home trash and leftover - do not litter
- Don't plug any leaves or branches
- Do not remove any stones / rocks
- Do not take home any fish , leaves , tree , flora . only trash allowed .
Monday, April 26, 2010
Tutor Wanted Shah Alam
job offer : updated on updated April 26, 2010
- subject : Chemistry SPM
location : shah alam
Duration : 1 @ 2 hour per class
Frequency : once
Time : TBA
Rate : expected RM50/hour - subject : Physic SPM
location : shah alam
Duration : 1 @ 2 hour per class
Frequency : once
Time : TBA
Rate : expected RM50/hour - subject : bahasa Malaysia
location : TTDI JAYA shah alam
Duration : 1.5 hour
Frequency : once a week
Time : 8pm weekdays
Rate :RM30/hour
Tuesday, November 10, 2009
Home tuition wanted

aku nak ajak kawan-kawan, kenalan jauh dan dekat yang mana berminat nak join jadi tutor utk home tuition di sekitar shah alam sila hubungi aku dengan segera memandangkan ada permintaan dari para ibubapa di luar sana. Ibu Bapa juga boleh request tutor di sini.
UPSR semua subjek
PMR semua Subjek
SPM - science, physic, chemistry , biology , sejarah , bahasa melayu , english , Math modern , Add Math
hari ni aku perlukan guru utk science for SPM .. any one ?
kindly Email me ur simple Resume
state your
name
address
contact no.
recommendation by (if any)
subject to teach
experience (if any)
expected rate per hour
availability time?
Monday, August 17, 2009
UiTM intake disember 2009
kindly check out uitm.edu.my
or directly google for uitm intake
http://www.uitmonline.edu.my/
Good Luck
Wednesday, August 5, 2009
HAJAT
Lapang benar dada Pak Uwei bila
pegawai yang bertugas di kaunter Tabung Haji itu memberitahu nama dia dan isterinya turut tersenarai dalam senarai jemaah yang akan menunaikan fardhu haji pada tahun ini.
"Tapi pak cik kena bayar segera bahagian makcik yang masih tak cukup tiga ribu lagi tu. Selewat-lewatnya minggu depan bayaran mesti dibuat,"beritahu pegawai itu lagi.
"Insya Allah encik. Saya akan bayar seberapa segera," janji Pak Uwei.
Berita gembira itu ingin segera dikongsi bersama isteri kesayangannya. Sebaik keluar dari pejabat Tabung Haji dia terus balik ke rumah.
"Pah… oo..Pah!" teriak Pak Uwei sebaik turun dari keretanya.
"Apa bendanya terlolong-lolong ni bang?" tanya Mak Pah.
" Ada berita baik ni Pah,nampaknya hajat kita nak ke Mekah tahun ini akan tertunai. Insya Allah dua bulan lagi kita akan ke sana.Tak sabar betul saya, rasa macam Kaabah tu dah melambai-lambai, " cerita Pak Uwei dengan wajah berseri-seri.
"Betul ke ni bang? Baru semalam si Johari beritahu dia dengan Minah tak dapat pergi. Namanya tidak ada dalam senarai."
"Betullah Pah oii… saya ni baru je balik dari pejabat Tabung Haji. Cuma duit bahagian awak tu, tiga ribu lagi kena bayar segera selewat- lewatnya minggu depan."
"Mana kita nak cari duit banyak tu bang?
Tiga ribu tu bukan sikit, itu pun lepas duit tambang. Duit kocek mau juga sekurang-kurangnya dalam seribu." Mak Pah merenung gusar wajah suaminya.
"Alah Pah, kita mintalah tolong dengan Muaz dan Balkis. Takkanlah mereka tak nak beri.Bukannya banyak, cuma dua ribu seorang saja." Wajah Pak Uwei semakin berseri-seri. Dia yakin anak-anaknya yang dua orang itu tidak akan menghampakan harapannya.
"Lusa hari minggu, saya nak suruh budak-budak tu balik boleh kita berunding," cadang Pak Uwei.
"Kalau tak cukup bahagian saya tu, awak ajelah yang pergi dulu. Tak elok kita menyusahkan anak-anak bang, lagipun apa pula kata menantu kita nanti nak ke Mekah minta duit anak-anak." Mak Pah tidak bersetuju dengan rancangan Pak Uwei.
"Pah… Muaz dan Balkis tu kan anak-anak kita. Kita dah besarkan mereka, hantar belajar tinggi-tinggi takkan nak hulur dua ribu pun tak bolehlagipun selama ni kita tak pernah minta duit mereka. Tak usahlah awak bimbang Pah, saya yakin anak-anak kita tu tak akan menghampakan kita kali ni." Yakin benar Pak Uwei, harapan yang menggunung digantungkan kepada anaknya.
"Tapi bang?… "
"Dahlah… pegi siapkan kerja awak tu, tak usah nak risau tak tentu hala. Saya nak telefon budak-budak tu," pintas Pak Uwei sebelum Mak Pah melahirkan kebimbangannya. Lega hati Pak Uwei bila Muaz menyatakan yang dia akan pulang kemudian Pak Uwei menelefon Balkis pula di pejabatnya. Dia hanya menyuruh mereka balik tanpa memberitahu hajatnya.
"Insya Allah Kis balik nanti abah. Emm… abah nak Kis suruh Intan balik sama?" tanya Balkis.
"Ikut suka kaulah, bagi abah yang pentingnya kau dan Muaz. Intan tu ada ke tidak ke, sama aje. Balik ya?…," balas Pak Uwei. Bukannya dia membeza-bezakan anak-anak tapi hati tuanya cepat benar panas bila berhadapan dengan Intan. Sikap degil dan tak mahu mendengar kata anaknya itu menyebabkan dia tersangat geram. Sudahlah malas belajar tidak seperti Muaz dan Balkis yang berjaya memiliki ijazah. Kalau ditegur sepatah, sepuluh patah tidak menjawab tidak sah. Masih Pak Uwei ingat gara-gara sikap keras kepala Intan untuk bekerja kilang mereka bertengkar besar tiga tahun lalu. Kini hubungan mereka seperti orang asing.
"Abah tak setuju kau nak kerja kilang kat KL tu.Abah mahu kau sambung belajar lagi." Pak Uwei tidak bersetuju dengan niat Intan yang hendak bekerja kilang.
"Intan dah tak minat nak belajar lagi abah, biarlah Intan kerja kilang. Kerja kilang pun bukannya haram." bantah Intan menaikkan darah Pak Uwei.
"Aku suruh kau belajar kau tak nak, kau nak kerja kilang. Kau tak tengok berapa ramai anak gadis yang rosak akhlak kerja kilang duk kat KL jauh dari mak bapak, bolehlah buat apa yang kau sukakan. Kau nak bebas macam tu?"
"Itulah abah, selalu Nampak yang buruk aje. Bukan semua yang kerja kilang duk kat KL tu jahat abah. Kerja apa dan kat mana pun sama aje, pokok pangkalnya, hati. Kalau nak buat jahat dalam rumah pun boleh, abah." Intan cuba membuat abahnya faham.
"Kenapalah kau seorang ni lain benar dari abang dan kakak kau. Cuba kau tengok Balkis tu, tak pernah dia membantah cakap abah macam kau ni!"
"Intan memang tak sama dengan Kak Balkis abah, Intan suka berterus terang, kalau tak kena Intan cakap depan-depan bukan membebel kat belakang," balas Intan selamba menyemarakkan lagi bara dalam dada abahnya.
"Anak tak mendengar kata!!, ikut suka kaulah. Kalau kau nak pergi, pergi… aku dah tak larat nak larang.Nak terlentang ke?, telangkup ke?, gasak kaulah. Kau buat apa yang kau suka,
aku tak nak ambil tahu lagi!!"
Sejak kejadian itu, Pak Uwei memang tidak memperdulikan langsung apa yang Intan nak buat. Namun begitu Intan tetap pulang setiap kali cuti, dia bersikap selamba biarpun abahnya tidak
memperdulikannya. Intan selalu menghulur duit tapi hanya kepada maknya sahaja. Riang hati Pak Uwei bukan kepalang bila anak-anaknya pulang, tambahan pula dia sudah rindu dengan cucu-cucunya. Malam itu selesai menikmati makan malam dan berjemaah sembahyang Isya`, mereka duduk berborak di ruang tamu.
"Sebenarnya ayah suruh kau orang balik ni, ada hajat sikit," Pak Uwei memulakan bicara.
"Hajat apa pula abah?" tanya Muaz yang duduk di sebelahnya.
"Abah dan mak kau nak ke Mekah, nama dah ada dalam senarai.
Memandangkan bahagian mak kau masih belum cukup lagi abah nak minta kau dan Balkis bantu sikit. Tak banyak,dua ribu seorang cukuplah," Pak Uwei mengutarakan hasratnya.
"Boleh tu boleh abah, tapi kena tunggu sebulan dua lagi. Az baru aje keluarkan wang simpanan buat duit muka beli rumah. Sebulan dua lagi bolehlah Az ikhtiarkan," ujar Muaz.
"Tapi… pegawai Tabung Haji tu minta bayaran dibuat segera selewat- lewatnya minggu depan."
"Kalau dalam seminggu dua ni abah, memang rasanya tak dapat. Paling tidak pun cukup bulan ni. Nak cukupkan duit muka tu pun habis duit simpanan budak-budak ni Az keluarkan," jawab
Muaz serba salah.
"Kau beli rumah lagi?.,Rumah yang ada tu kau nak buat apa?" tanya PakUwei melindungi
kekecewaannya. "Rumah baru tu besar sikit, abah. Selesalah buat kami sebab budak-budak tu pun dah besar,masing-masing nak bilik sendiri. Lagipun beli rumah tak rugi abah, pelaburan
masa depan juga," sampuk Mira isteri Muaz.
Pak Uwei terdiam, harapannya kini cuma pada Balkis. "Kamu macam mana Kis, boleh tolong abah? Nanti abah bayarlah balik duit kamu tu bila ada rezeki durian berbuah kat dusun kita tu
nanti," Pak Uwei berpaling pada Balkis.
"Kis pun rasanya tak dapat nak tolong abah. Kis baru aje keluarkan duit simpanan buat menambah modal perniagaan abang Man. Tengah gawat ni faham ajelah… ni tak lama lagi nak
bersalin nak pakai duit lagi."
Hancur berderai rasa hati Pak Uwei mendengar jawapan Balkis.
"Man bukan tak nak tolong abah. Kalau nak pinjam duit kad kredit boleh. Tapi yelah, kata orang kalau nak ke Mekah ni tak elok pakai duit pinjaman."
"Betul kata Man tu abah. Kalau nak ke Mekah mesti dengan kemampuan sendiri baru elok," sokong Muaz. Kata-kata Azman dan Muaz bagaikan sembilu yang menikam dada Pak Uwei.
Bila dia bertemu pandang dengan Intan, Pak Uwei terasa bagai ditertawakan oleh Intan bila kedua anak yang diharap-harapkan menghampakannya.
"Tak apalah kalau kau orang tak ada duit. Biarlah abah kau pergi seorang dulu, nanti kalau ada rezeki mak pula pergi," Mak Pah bersuara cuba meredakan keadaan.
"Kalau nak pergi sendiri, dah lama saya pergi Pah!. Tak payah saya tunggu lama-lama. Kalau awak tak pergi biarlah kita sama-sama tak pergi… dah tak ada rezeki kita nak buat macam
mana?" Pak Uwei bangun masuk ke bilik meninggalkan anak-anaknya dengan rasa kesal.
Intan tahu abahnya benar-benar kecewa. Walaupun orang tua itu tidak menunjukkan rasa kecewanya tapi Intan faham kecewa abahnya teramat sangat kerana tidak menduga anak-anak yang selamaini disanjung akan mengecewakannya begitu.
"Anak awak tu tak balik ke?" tanya Pak Uwei pada Mak Pah bila Intan tidak turut serta balik bersama abang dan kakaknya. "Tak, katanya cuti sampai hari Rabu nanti," balas Mak Pah sambil mencapai kain selendangnya.
"Nak ke mana pulak tu?" tanya Pak Uwei melihat MakPah bersiap-siap.
"Nak ke kedai Long Semah tu nak belikan anak saya Intan, kuih lepat ubi kegemarannya. " Sengaja Mak Pah menekan suara bila menyebut anaknya. Bukan sekali dua dia menegur sikap Pak Uwei yang gemar membeza-bezakan anak.
Pagi Isnin tu selepas bersarapan Intan bersiap-siap hendak keluar.
"Nak ke mana Intan pagi-pagi lagi dah bersiap ni?"
"Intan ada hal sikit kat bandar mak. Intan pergi dulu ye."
"Kalau nak ke Bandar suruhlah abah kau tu hantarkan," suruh Mak Pah.
"Tak payahlah mak, Intan nak pergi banyak tempat ni. Nanti bising pula abah tu. Intan pergi dulu."sambil mencium tangan Mak Pah yang menggeleng kepala memerhatikan Intan berlalu pergi.Kadangkala sedih hatinya melihat sikap suaminya yang keras hati, membuat anaknya itu menyisihkan diri.
Ketika Intan pulang dari Bandar tengah hari itu mak dan abahnya sedang menikmati juadah tengah hari.
"Kau ni Tan buat benda apa lama benar kat bandar tu? Mari makan sama. Ni abah kau ada beli ikan baungsalai, mak masak lemak cili api."
"Ingat lagi abah lauk kegemaran Intan rupanya," usik Intan tak bertangguh mencapai pinggan.
"Mak bapak memang tak pernah lupakan anak-anak, cuma anak-anak aje yang lupakan mak bapak," jawab PakUwei sinis. Intan tersenyum pahit.
Selesai mengemas pinggan mangkuk, Intan menunaikan solat Zohor kemudian dia mendapatkan mak dan abahnya yang sedang duduk di ruang tamu. Abahnya sedang membaca suratkhabar. Mak Pah pula melipat kain.
"Mak, abah… Intan ada hal sikit nak cakap ni… ," ujar Intan menghampiri mereka. Pak Uwei
menurunkan suratkhabar yang dipegangnya kemudian menanggalkan cermin mata yang digunakan untuk membaca.
"Apa hal… kamu nak kahwin ke?" soal Pak Uwei merenung Intan.
Tawa Intan meledak tiba-tiba mendengar soalan abahnya. Melihat Intan tergelak besar Pak Uwei turut tertawa. Mak Pah pun tergelak sama, riang rasa hatinya melihat kemesraan yang hilang dulu mula menyatu.
"Abah ni… ke situ pulak…."
"Habis tu?"
"Ini… Buku Tabung Haji mak. Tadi Intan ambil dalam laci tu. Yang ni, resit memasukkan duit ke akaun mak. Semuanya Intan dah uruskan. Dan ini dua ribu untuk buat duit kocek mak dan
abah. Yang dua ratus lagi ni untuk buat kenduri doa selamat sebelum berangkat nanti."Intan memasukkan duit itu dalam genggaman Pak Uwei.
"Apa??" Pak Uwei terkejut matanya merenung Intan dan duit di tangannya bagai tidak percaya.
"Ini duit simpanan Intan sejak mula bekerja dulu. Duit hasil titik peluh Intan yang halal abah, terimalah. Selama ini Intan banyak kali kecewakan abah. Intan tak pernah dapat membahagiakan hati abah.
Selama ini pun Intan selalu sangat rasa kalah pada abang Az dan Kak Balkis. Intan tak cantik dan baik macam Kak Balkis, apatah lagi bijak seperti mereka. Intan tahu abah selalu kecewa dengan Intan. Hanya kali ini Intan dapat tunaikan hasrat abah. Dah banyak kali abah tangguhkan hasrat nak naik haji. Dulu kerana Kak Balkis nak kahwin, lepas tu mak pula tak sihat. Sekarang ni masa yang sesuai. Intan harap, abah sudi terima pemberian yang tak seberapa ini dari Intan,"
tutur Intan perlahan memerhatikan airmata menuruni pipi abahnya yang sudah berkedut dimamah usia.
"Terima kasih Intan. Malu rasanya abah nak ambil duit kamu… dulu abah selalu bangga dengan Balkis dan Muaz yang memegang jawatan tinggi tapi akhirnya anak abah yang kerja kilang yang membantu abah," luah Pak Uwei sambil mengesat airmata terharu atas keluhuran hati anak yang selama ini dimusuhinya.
"Sudahlah abah. Yang lepas itu tak usahlah kita ungkit-ungkit lagi. Intan gembira abah sudi terimapemberian Intan."
"Pemberian kau ni terlalu bernilai bagi abah dan mak kau Intan… ,"ujar Pak Uwei. Intan peluk abahnya erat.
"Hah… tulah, jangan suka memperkecil- kecilkan anak saya ni," Mak Pah mengusik Pak Uwei sambil mengesat airmata penuh kesyukuran.
"Mak ni… ," gelak Intan memandang abahnya yang tersengih.
Masa yang ditunggu-tunggu tiba dalam keriuhan sanak saudara yang datang menziarahi Pak Uwei dan Mak Pah. Intanmmemerhati dengan perasaan gembira bercampur hiba.
"Semua dah siap kemmak?" tanya Intan menjenguk ke bilik emaknya memerhatikan Mak Pah mengisimbarang keperluan semasa di Mekah.
"Dah rasanya… ada apa-apa yang Intan nak pesan mak belikan di sana nanti?"
"Tak ada mak. Mak janganlah fikir soal apa yang nak dibeli mak. Yang penting mak dapat menunaikan ibadah dengan sempurna."
"Hah, awak dengar tu… kita ni nak pergi menunaikan ibadah, bukan nak membeli-belah, " tambah Pak Uwei yang turut mendengar perbualan dua-beranak itu.
"Intan tak nak mak dan abah belikan satu apa pun dari sana . Hanya satu yang Intan mahu, doakan Intan bahagia di dunia dan akhirat," pesan Intan sambil memeluk emaknya. Mak Pah
dan Pak Uwei berpandangan.
Tiba-tiba sebak dengan permintaan Intan itu.
……………………………….
Hanya dua jam lagi kapal terbang akan mendarat di tanah air. Pak Uwei mengerling Mak Pah yang lena di sebelahnya. Dalam keriangan telah menunaikan ibadah haji tanpa sebarang kesulitan, terselit rasa tidak sedap di hati. Perasaan rindu pada anak-anak terutama Intan bagai menyentap tangkai hatinya. Pak Uwei terkenangkan mimpinya bertemu Intan di tanah suci. Intan tidak berkata sepatah pun tapi bagai memberitahu yang dia akan pergi jauh.
"Kenapa resah aje ni,bang?" Mak Pah terjaga.
"Entahlah Pah, saya teringat sangat dengan Intan dan anak-anak kita."
"Sabarlah, dah nak sampai dah ni," pujuk Mak Pah.
Dari jauh lagi Pak Uwei sudah melihat Muaz dan Azman menanti mereka.
"Mak… abah… ," Muaz meraih emaknya dalam pelukan dan kemudian abahnya tanpa dapat menahan airmata menitis laju.
"Mana yang lain ni, kamu berdua aje?" Pak Uwei tertinjau-tinjau mencari wajah Intan.
"Mereka menanti di rumah, abah," beritahu Azman suami Balkis sambil mencium tangan ayahnya.
"Intan pun tak datang juga ke?" Tanya Pak Uwei terasa hampa.
"Awak ni… kan Man dah katamereka menunggu di rumah." Mak Pah menggeleng, dua tiga hari ini nama Intan tak terlepas dari mulut suaminya. Perjalanan tiga jam dari KLIA untuk sampai ke rumah terasa begitu lama oleh Pak Uwei. Mak Pah yang melihat kegelisahan suaminya turut terasa bagai ada yang tak kena. "Dua tiga malam sebelum balik, abah kau mengigau terjerit-jerit dia panggil nama Intan. Kalau Intan dengar cerita ni tentu dia gelihati." cerita Mak Pah pada Muaz dan Azman.
Muaz diam sambil mengerling Azman yang sedang memandu.
"Tentulah abah ingatkan Intan, sebab Intan yang bagi dia duit," balas Muaz cuba bergurau walaupun terasa sayu.
"Tapi, abah rasa macam ada yang tak kena aje Az, dalam mimpi abah tu, abah nampak Intan macam nak beritahu dia nak pergi jauh. Tapi dia tak bercakap pun hanya renung abah. Intan tak ada cakap apa-apa dengan kau Az?"
"Err… tak ada abah. Kita berhenti minum dulu abah, tentu mak haus," ajak Azman menukar tajuk perbualan.
"Tak payah, dah dekat ni.Abah tak sabar nak balik," tolak Pak Uwei.
Azman dan Muaz hanya berpandangan. Sebaik turun dari kereta, Balkis meluru memeluk mereka dengan tangisan. Suara Pak Long Basri yang bertakbir menambah sayu. Semua yang ada menitiskan air mata.
"Mak dengan abah sihat ke?" tanya Mira setelah bersalaman dengan ibubapa mentuanya.
"Sihat, cuma batuk-batuk aje sikit. Intan mana, dia tak balik ke?" Mak Pah mula berdebar bila Intan tidak kelihatan.
"Naik dulu Ngahnya…,"suruh Long Semah.
"Intan mana?" Pak Uwei mula hilang sabar bila tak seorang pun memberitahu di mana Intan. Pantas dia memanjat tanggu menuju bilik Intan. Matanya terpaku pada bekas bara yang terletak
di sebelah katil yang bercadar kain batik lepas. Dadanya bergetar.
"Az… mana Intan? Mana adik kau Az?" tanya Pak Uwei dengan suara yang menggeletar. Badannya terasa lemah, dia berpaut pada tepi pintu.
"Sabar abah… ," Muaz menggosok belakang abahnya.
" Kenapa Az …kenapa?" Mak Pah menurunkan Syazwan cucunya dari pangkuan dan melangkah
laju ke bilik Intan.
"Mak… Intan dah tak ada mak," Balkis tersedu memeluk emaknya yang terduduk lemah.
Pak Uwei terkulai tak bermaya menerima berita itu. Mak Pah terus pengsan. Bila dia terjaga dia melihat anak menantu mengelilingnya. Pak Uwei duduk di tepi kepalanya.
"Sabarlah Ngah, ini dugaan Allah pada kita. Intan pergipun dalam keadaan tenang. Barangkali kerana hajatnya nak lihat kamu naik haji dah tertunai," pujuk Long Semah yang masih belum pulang.
"Intan ada tinggalkan surat untuk kita. Dia memang dah tahu dia tak akan hidup lama. Rupa-rupanya dia menghidap barah otak. Dia minta maaf segala salah silap dan berpesan supaya kita jangan sedih atas pemergiannya. Dia minta kita doakan dia," Pak Uwei menepuk lembut bahu Mak Pah.
"Bila dia meninggal? Siapa yang mengadap masa nazaknya?" tanya Mak Pah tersedu sedan.
"Kami semua ada mak. Dia begitu tabah menanti detik kematiannya mak. Sebenarnya dia yang ajak kami balik ini, katanya nak kemaskan rumah sebelum mak dan abah balik. Masa sampai tu dia sihat lagi tiba-tiba malam Khamis tu lepas solat Isya` dia sakit kepala teruk sampai tak boleh bangun. Az nak hantar ke hospital tapi katanya masa dia dah tiba. Masa tulah baru dia ceritakan sakitnya. Dia meninggal subuh hari Jumaat mak…tiga hari lepas. Dia pergi dalam keadaan yang cukup tenang mak," cerita Muaz.
Mak Pah mengenggam erat tangan suaminya, terkenangkan bagaimana Intan memeluk erat mereka sebelum melepaskan pemergian mereka. Dan ketika itu bagai terdengar-dengar suara Intan berpesan,"Intan tak nak mak dan abah belikan satu apa pun dari sana .Hanya satu yang Intan mahu, mak dan abah doakan Intan bahagia di dunia dan akhirat.."


